Minggu, 26 Oktober 2008

1 poem from a friend (dino)

 Dari Kepingan Jarak dan Waku

Kau masih saja menabung rindu

dari kepingan jarak dan waktu

Berharap penuh tempayan saat padi menguning dan perahu bersandar

Tapi aku sungguh tak sanggup ke jantung pulaumu

kalau hanya memburu sendu

Kita telah pernah begitu rapat tanpa ada bara di dada, entah mengapa? Lalu ketika engkau mengirim puisi dari lekukan paling sumir

Aku telah sangat jauh berlayar meski airmata seujung kemudi

Kau telah merepal doa bagi perjalanan ke ujung duri, terlanjur perih Sampai pada entah kapan, tatap mata sudah tak lagi membawa arti

Banda Aceh, 26 Oktober 2008 

Tidak ada komentar: