Rabu, 29 Oktober 2008
1 poem from (dino)
Ketika jiwa lelah dan badai meruntuhkan harapan dari dada
Kaukah itu datang mendayung sampan menyuburkan harapan?
Atau cuma bayanganmu yang datang menjelang petang
Seperti bidadari pembawa pelangi, tangga pergi menutup hari
Jauh terkurung sepi dengan luka-luka sekujur hati, sekujur nadi
Aku terhisap pusaran arus tersangkut di cangkang karang
Menggapai-gapai kenangan menggapai-gapai harapan
Matilah kini saat yang ku tunggu, sungguh yang lain tiada berguna
Datanglah sebelum karam, jika mau membangun harapan
Melengkungkan rindu ke atas keningku berjejeran batu-batu
Banda Aceh, 29 Oktober 2008
aku seballlll.....
hari ini rasanya mau pecah kepalaku...
hmmmmm kadar kesibukan kerja dan kerinduan dengan "mas" ku menjadi seimbang sekarang
hu huhuhu... aku ingin cepat ini berakhir dengan weekend yang santaiiii....
oh gosh .. kenapa diare ini masih aja mengganggu hari hari ku... hu hu huhu...
damn to avco... they delayed my "mas" flight till late at night
can't wait to see him.... XOXO....
"geraman ga karuan...karena sedih +capek+males+kangen.."
Minggu, 26 Oktober 2008
1 poem from a friend (dino)
Dari Kepingan Jarak dan Waku
Kau masih saja menabung rindu
dari kepingan jarak dan waktu
Berharap penuh tempayan saat padi menguning dan perahu bersandar
Tapi aku sungguh tak sanggup ke jantung pulaumu
kalau hanya memburu sendu
Kita telah pernah begitu rapat tanpa ada bara di dada, entah mengapa? Lalu ketika engkau mengirim puisi dari lekukan paling sumir
Aku telah sangat jauh berlayar meski airmata seujung kemudi
Kau telah merepal doa bagi perjalanan ke ujung duri, terlanjur perih Sampai pada entah kapan, tatap mata sudah tak lagi membawa arti
Banda Aceh, 26 Oktober 2008
Sabtu, 25 Oktober 2008
1 poem from my friends (dino)
Kepadamulah seluruh harap telah tertuju
Bergulung-gulung rindu kusandarkan ke pantaimu, biru
Lapangkah kiranya engkau menanti?
Sudah tak terhitung waktu kita saling memanen puisi
Apakah pertemuan ini tak saling kita harapkan? Entahlah
Aku memang pelaut yang terbiasa menyelam
Tapi dalamnya hatimu tak dapat kudepa
Ubud, 19 Oktober 2008